Lingkungan Hidup

Kata om Wikipedia, lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan berhubungan timbal balik. Timbal balik itu artinya saling menguntungkan. Menurut gue sih, selama ini, yang udah dilakukan manusia itu cuma mencari keuntungan dari lingkungan sekitar tanpa membayar apa-apa. Iya sih, pohon aja mah gak usah dibeli. Tapi masa iya sih itu pohon-pohon bisa tumbuh sendiri kalo semuanya udah digundulin?

Apa gunanya Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kita punya slogan, "Membuat terang sesuatu, yang di tempat lain dibiarkan gelap gulita"? Sesuatu itu gak akan bisa jadi terang kalo sumber cahayanya aja gak mau ngeluarin cahaya. Poster-poster bertulisan penyemangat kayak, "Jangan buang sampah sembarangan," atau "Jangan buang-buang air," seakan cuma jadi pesan sia-sia yang cuma ada di otak tapi gak menyentuh hati.
"Gimana sih gubernurnya, ngurus banjir aja gak bisa," kata si pengunjuk rasa di depan kantor gubernur sambil bawa poster yang abis itu bakal dilempar begitu aja. 
Pemerintah gak butuh kok rakyatnya teriak-teriak, toh mereka juga udah lebih dulu tau masalah lengkapnya daripada kita. Percuma basa-basi kalo gak dipakein aksi! Buat apa PBB menetapkan 5 Juni sebagai World Environmental Day? Padahal kan gak harus nunggu satu event tertentu buat beraksi menyelamatkan lingkungan. Masa stop buang sampah sembarangannya cuma setaon sekali? Ayo, mulailah dari hal kecil dulu, ngeliat sampah dijalan, dipungut, gak usah didaur ulang deh asal taro di tempatnya aja udah lumayan.
Selain beraksi sendiri, kita juga bisa ajak orang lain buat ikut langkah kita, jangan jadi provokator pendemo! Lewat apa aja bisa, kok. Temen-temen lu lebih suka melihat sesuatu dalam bentuk visual? Bikinlah sebuah video kampanye kayak yang gue buat atau cukup sebuah foto. Bisa juga yang lain, entah melalui tulisan, diomongin langsung, dan lain-lain. Seharusnya sih gue upload ini minggu kemaren karena bertepatan sama Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tapi gak apa-apa lah, peduli sama lingkungan kan gak terikat sama waktu tertentu.

Segini aja dari gue, tunjukin aksi lu untuk memperbaiki lingkungan ini. Boleh share juga di kolom komentar juga pendapat kalian tentang aksi-aksi yang udah dilakuin sama pemerintah dan rakyat. Anyway, maaf karena blog ini baru diupdate sekarang setelah beberapa waktu, bye! Jangan lupa, kalo bukan kita siapa lagi? Kalo bukan sekarang kapan lagi?

Jevon Levin

17 Celotehan

  1. Semua itu dimulai dari diri sendiri. Kalau sendirinya gak punya kesadaran, gimana mau menciptakan lingkungan hidup yang bersih dan sehat? Percuma berkoar-koar, "jangan buang sampah sembarangan!" tapi sendirinya masih suka buang sembarangan wwkwkwk XD

    ReplyDelete
  2. wah asli blog lo keren banget.. salam kenal Jev haha..

    menurut gue kampanye yang menggunakan kata "jangan" adalah hal yang sia-sia. karena manusia nggak mengenal kata negasi. lo pernah liat kan anak kecil makin dilarang makin menjadi-jadi. "jangan nakal!" eh dia nakal banget. makanya harunya diganti ajah pakek kata persuasif kayak "ayo buang sampah ke tong sampah" atau "ayo nikah sama aku" eh itu apaan.. terus juga bukan cuman selogan harus ada fasilitas kebersihan di sekitar 'ajakan' tadi. ;))

    itu sih.. asli blog lo keren cuy..

    ReplyDelete
  3. Yg gue tau dari orang2 sekarang.. Mereka cuma bisa bicara, tapi tak ada usaha.

    ReplyDelete
  4. Setuju nih. Aku juga nggak suka sama orang-orang yang teriak-teriak dan nyalah-nyalahin pihak lain tapi dirinya sendiri ngelakuin kesalahan.

    ReplyDelete
  5. "Kalau tidak bisa memperbaiki, tolong jangan merusak!"

    ReplyDelete
  6. Buang sampah sembarangan emang harusnya dibiasakan dari kecil. Saat kita tua nanti harus banget membiasakan anak cucu kita. Hmm, ini kenapa bahas anak dan cucu, padahal gue masih SMA? Hmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah udh berencana punya anak berapa nih? :))

      Delete
  7. Banyak banget orang yang nyalahin pemerintah tanpa lihat ke diri sendiri. Kalo banjir, katanya sungainya kurang dalem. Padahal banyak banget sampah yang nyumbat aliran air.

    Ah, manusia-manusia bodoh.

    ReplyDelete
  8. Indonesians be like what you have discussed above hahahhaha

    ReplyDelete
  9. Bingung juga sih sama orang yang cuma ngomong dan protes. Apalagi kalo lewat pasar, sampah kanan kiri tapi orang kayak nggak punya dosa, malah nambahin. Giliran banjir salahin pemerintah, giliran bau/kotor salahin pemerintah. Oh, Indonesia.

    ReplyDelete